
Forum silaturahmi berubah menjadi ruang strategis menyatukan visi pengembangan SDM aparatur menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA – Kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (DPP APWI) tidak sekadar menjadi tradisi pasca-Idulfitri, tetapi berkembang menjadi ruang konsolidasi nasional bagi para widyaiswara dari seluruh Indonesia.
Acara yang berlangsung di Aula Pusdiklat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, Rawamangun, Jakarta Timur, tersebut mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan Widyaiswara Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ketua Umum DPP APWI, Sugihardjo, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat komitmen bersama antarwidyaiswara, terutama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia aparatur yang unggul dan berintegritas.
Menurutnya, widyaiswara memiliki posisi penting dalam mendorong kualitas aparatur sipil negara, khususnya di tengah tuntutan perubahan birokrasi yang semakin dinamis.
“Momentum ini bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam pengembangan kompetensi ASN,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga, yang semakin menegaskan pentingnya peran widyaiswara sebagai bagian dari ekosistem pengembangan kapasitas aparatur negara.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta tidak hanya menjalin silaturahmi, tetapi juga berbagi perspektif terkait tantangan dan peluang profesi widyaiswara ke depan.
Seiring dengan percepatan transformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik, widyaiswara dituntut untuk tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator pembelajaran yang adaptif serta agen perubahan di lingkungan pemerintahan.
Peran tersebut dinilai semakin krusial dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan ini, DPP APWI berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam memperkuat profesionalisme widyaiswara, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Dengan sinergi yang semakin erat, widyaiswara diharapkan mampu mengambil peran lebih strategis dalam mencetak aparatur yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
Sumber berita klick disini
