
Dalam semangat memperkuat kualitas pendidikan dan tata kelola kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan, Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (DPW APWI) Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terpilihnya pemimpin baru Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tegalombo.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif di tengah tantangan zaman yang terus berkembang. Kepemimpinan yang visioner diharapkan mampu membawa perubahan nyata serta meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resminya:
“Bismillaah… DPW APWI Provinsi Jawa Timur mengucapkan Selamat dan Sukses atas terpilihnya Bapak Eko Suparyono, SPd, MPd, sebagai Ketua K3S Kecamatan Tegalombo, Tahun 2026 – 2030. Berbenah, Kolaborasi, Sinergi dan Inovasi.”
Ucapan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan mencerminkan harapan besar terhadap arah kepemimpinan yang akan dijalankan. Empat nilai utama yang diusung—berbenah, kolaborasi, sinergi, dan inovasi—menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi pendidikan di tingkat kecamatan.
“Berbenah” mencerminkan komitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam sistem pendidikan. “Kolaborasi” menekankan pentingnya kerja sama antar kepala sekolah dan pemangku kepentingan. “Sinergi” menjadi kunci dalam menyatukan berbagai potensi untuk mencapai tujuan bersama. Sementara “Inovasi” merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman yang dimiliki, Bapak Eko Suparyono, SPd, MPd, diharapkan mampu mengemban amanah ini dengan penuh integritas dan dedikasi. Peran K3S sebagai wadah koordinasi dan pengembangan kompetensi kepala sekolah menjadi sangat krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di wilayah Tegalombo.
DPW APWI Jawa Timur juga berharap kepemimpinan baru ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
Ke depan, sinergi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan diharapkan semakin kuat, demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkarakter bagi generasi penerus bangsa.
